Karakteristik Starting pada Motor Star-Delta

 

Karakteristik Starting pada Motor Star-Delta

Karakteristik Starting pada Motor Star-Delta

Jaringan distribusi tegangan rendah PLN umumnya memiki tegangan 220/380 V atau 127/220 V. Karena berbagai masalah dan dianggap merepotkan, maka tegangan 127/220 V dihapus dan hanya tegangan 220/380 V yang didistribusikan ke pelanggan.

Sebuah motor harus menggunakan hubungan bintang atau hubungan segitiga tergantung dari jenis jaringannya. Tegangan yang harus dihubungkan dengan motor, biasanya dinyatakan didalam name plate-nya, misalnya 220/380 V atau 380/660 V. Penggunaan sambungan star- delta juga meliputi cara pen-start-an motor tersebut. Starting ini banyak digunakan untuk menjalankan motor induksi motor sangkar yang mempunyai daya diatas 5 kW (sekitar 7 HP).

Tegangan yang lebih rendah dan tertulis di name plate motor tersebut ialah tegangan yang harus dihubungkan dengan kumparan-kumparan motor. Cara pengoperasian motor ini biasanya tergantung dari jenis starter yang dipilih. Jenis starter dipasaran yang banyak tersedia adalah saklar putar dan saklar khusus.

Karakteristik yang pertama adalah penggunaan starter bintang segitiga ini dapat mengurangi lonjakan arus dan torsi pada saat start. Tersusun atas 3 buah contactor yaitu Main Contactor, Star Contactor dan Delta Contactor, Timer untuk pengalihan dari star ke Delta serta sebuah overload relay. Pada saat start, starter terhubung secara bintang (star). Gulungan stator hanya akan menerima tegangan sekitar 0,578 (satu per akar tiga) dari tegangan jaringan (V line). Jadi arus dan torsi yang dihasilkan akan lebih kecil dari pada starter DOL. Setelah mendekati kecepatan putaran tertentu, starter akan berpindah terkoneksi ke Delta. Starter ini akan bekerja dengan baik jika saat start motor tidak terbebani dengan berat.

Jika sebuah motor yang dirancang khusus pada tegangan 220/380 volt, sedangkan tegangan jala-jala sumber 3 fasa yang tersedia 380 volt, maka motor itu hanya boleh dijalankan dalam hubungan bintang. Artinya kalau motor ini distarting tidak boleh menggunakan sistem starting segitiga. Tetapi bila motor ini dilayani oleh sumber tegangan jala-jala 3 phasa 220 volt, maka sistem starting segitiga dapat digunakan.

Kemudian jika sebuah motor diberi tanda tegangan 380/660V misalnya, kumparan- kumparannya harus mendapat 380 Volt. Jadi jika dihubungkan dengan jaringan 220/380 Volt, maka motor ini harus digunakan dalam sambungan segitiga. Jika menggunakan hubungan bintang, maka tiap-tiap kumparannya hanya akan mendapat tegangan sebesar 220 volt saja.

Penggunaan sumber tegangan yang terlalu rendah pada motor dapat menyebabkan kerusakan pada motor. Nilai toleransi perbedaan tegangan atau frekuensi adalah sekitar
-5% sampai dengan +5% dari nilai nominalnya. Nilai toleransi tersebut biasanya masih dalam ambang batas aman pada penggunaan motor.

LihatTutupKomentar

Privasi