Sensor Pada HVAC System dan Fungsinya

 

Sensor sensor Sistem HVAC

Sensor HVAC System dan Fungsinya

Sistem HVAC (Heating, Ventilasi, Air Conditioning) atau juga disebut sistem tata udara sentral/sistem pengkondisian udara adalah suatu sistem fasilitas tata udara yang digunakan untuk mengontrol kondisi dan suhu lingkungan pada suatu ruangan atau area tertutup, baik itu bangunan, gudang, ataupun kendaraan komersial.

Sistem HVAC Tujuannya

Tujuan dari sebuah sistem HVAC adalah untuk memberikan sebuah lingkungan yang nyaman untuk penghuninya dengan mengkondisikan variable dalam udara ruangan yang meliputi : temperatur, humidity, air velocity, dan cleanliness, dan menyebarkannya ke seluruh ruang.

Sistem HVAC Fungsi

Terdapat dua fungsi dari sistem HVAC, yaitu :

1. Penataan udara untuk kenyamanan

Mengkondisikan udara pada ruangan untuk memberikan kenyamanan kerja bagi orang yang melakukan kegiatan tertentu. Diterapkan pada bangunan atau ruangan dimana manusia merupakan faktor yang dominan dalam peruntukan huniannya seperti gedung perkantoran, pertokoan, rumah sakit , hotel, apartemen, kereta , mobil dan lain-lain.

2. Penataan udara untuk industri

Mengkondisikan udara pada ruangan karena kebutuhan pengkondisian suatu proses, bahan, peralatan atau barang yang ada didalamnya. Diterapkan pada bangunan atau ruangan dimana prosesing atau barang merupakan faktor yang dominan dalam huniannya, seperti pabrik obat-obatan, pengawetan makanan, ruang komputer, cold storage dan lain-lain.

Sensor sensor pada Sistem HVAC

Jika berbicara variabel, maka yang dibahas adalah faktor-faktor yang mampu mempengaruhi sistem HVAC. Berikut ini adalah variabel-variabel yang diatur pada sistem HVAC:

1. Sensor Temperatur HVAC

Nilai temperatur harian adalah cara yang digunakan untuk membantu mengindikasikan panas atau dingin yang diperlukan untuk setiap harinya. Kenyamanan temperatur menurut ASHRAE (the american Society Of Heating, Refrigerating, and Air Conditioner Engineers ) adalah 21C – 29,5C.

Di Indonesia juga terdapat standard umum yang digunakan untuk menentukan temperatur yang nyaman, yang digunakan dalam suatu ruangan. Di Indonesia standar ini dikeluarkan oleh SNI (Standar Nasional Indonesia) yaitu temperatur sebesar 25C dengan kelembapan relatif 60%.

2. Sensor Kelembapan (Humidity) HVAC

Membaca kelembapan udara istilah yang digunakan menunjukan presentasi kadar uap air di udara. Kelembapan udara ini bergantung pada temperatur udara. Udara yang panas atau hangat mengandung uap air lebih banyak dari pada udara dingin. Penghuni ruangan akan merasakan kenyamanan apabila kelembapan relatif di suatu ruangan adalah berkisar 40% - 60% dari jumlah total uap air di udara.

3. Sensor kecepatan Kecepatan Udara (Air Velocity) HVAC

Standard ASHRAE dan SNI, nilai air velocity yang normal adalah sebesar 0,15m/s. Sementara itu air flow yang terlalu cepat dapat menyebabkan gangguan thermal atau masalah body temperature control, dan ketika air flow terlalu lambat dapat menyebabkan pencemaran, atau temperatur ruang menjadi naik.

4. Sensor kebersihan udara (Cleanliness) HVAC

Sensor ini membaca pencemaran udara yang terjadi dalam gedung baik itu oleh penguapan manusia, asap rokok, pembakaran, atau zat-zat yang terdapat dalam gedung itu sendiri, udara harus dicairkan melalui ventilasi. Zat-zat yang diatur dalam masa cleanliness adalah partikel yang mengapung, carbon monoksida, karbon dioksida, dan formaldehyde.

LihatTutupKomentar

Privasi